web statistics


Ekspor Jepang Membaik, Yen Kokoh

Discussion in 'Artikel Analisa Fundamental' started by forexsignal88, Mar 23, 2017.

  1. forexsignal88

    forexsignal88 Member

    ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2017 – Pada perdagangan jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS tampaknya masih mendapatkan tekanan dari mata uang Asia Pasifik seperti yen dan yuan, kecuali dari dolar Australia, setelah ekspor tahunan Jepang yang membaik kembali.

    [​IMG]
    USDJPY untuk sementara berada di level 111,55, dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 111,77. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7661, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7684. Untuk mata uang yuan China atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,8684 setelah tadi pagi ditutup di level 6,8723.

    Hasil laporan dari Kementerian Keuangan Jepang pagi ini tercatat bahwa pertumbuhan ekspor tahunan Jepang mengalami kenaikan tertinggi sejak Januari 2015 lalu. Pertumbuhan ekspor Jepang di tahun lalu menjadi 11,3% setelah di tahun sebelumnya tumbuh 10,6%.

    Ekspor ke AS tumbuh sebesar 0,4% di Februari lalu, dengan barang yang banyak diekspor adalah kendaraan dan suku cadangnya. Ini berarti surplus neraca perdagangan dengan AS bertambah 1,5% setahun lalu menjadi ¥611,3 miliar atau setara dengan $5,48 miliar.

    Dari hasil laporan tersebut membuat yen kembali menguat setelah sebelumnya penguatan yen terjadi sebagai bentuk aksi safe haven atau pengamanan investasi sementara dikala situasi politik di Eropa yang kurang kondusif dan masalah suku bunga AS yang belum menentu kejelasan berapa kali naiknya.

    Namun presiden The Fed cabang Dallas, Robert Kaplan, tadi pagi menyatakan bahwa suku bunga The Fed akan naik 3 kali di tahun ini. Catatan yang bisa menjadi bahan renungan investor bahwa menurut Kaplan kondisi neraca keuangan The Fed sekarang ini sedang kritis.

    Dengan defisit sekitar $ 4,5 triliun, Janet Yellen sangat berharap kondisi defisit tersebut segera terkurangi, dengan asumsi kenaikan 3 kali saja suku bunga di tahun ini, maka penguatan dolar AS juga tak akan terlalu besar dan membebani defisit keuangan negara. Hal inilah yang membuat dolar AS akan terus melemah meski The Fed akan menaikkan suku bunganya.

    Lalu hasil dari penjelasan rapat bank sentral Australia, RBA kemarin, bahwa bank sentral pimpinan Phillip Lowe ini menyarankan agar suku bunga Australia tidak mengalami perubahan. RBA juga menyatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi Australia melaju dengan nyaman. Hal inilah yang membuat dolar Australia hingga siang ini mengalami tekanan oleh dolar AS.

    Tak berubahnya suku bunga RBA ini juga disebabkan oleh perkembangan pertumbuhan ekonomi di China yang menurut bank sentral China, PBOC, di tahun ini akan mengalami sedikit penurunan. Hal ini membuat bank sentral Australia tidak berani menargetkan pertumbuhan ekonomi Australia lebih tinggi lagi karena khawatir bila sisi ekspor Australia akan membebani laju pertumbuhan ekonomi dalam negerinya.

    Pelemahan dolar Australia ini sedikit banyak juga dipengaruhi oleh tertekannya harga minyak dunia. Minyak sendiri sekarang sedang diperdagangkan dibawah level $47 per barel untuk jenis WTI, dan Australia merupakan salah satu penghasil minyak dan gas yang cukup besar di dunia. Dolar Australia sendiri juga merupakan salah satu commodity currencies.

    Yuan sendiri masih menguat setelah People Bank of China telah mengubah parity baru bagi USDCNY dari level 6,8928 ke level 6,8889 dengan range toleransi tidak lebih dari 2%.

    Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Forex Factory, Reuters, FXStreet, MarketWatch, Business Times

    Sumber gambar: CNBC
     
  2. CarlosG

    CarlosG New Member

    The USD/JPY has started the day with a bullish rally that has taken place starting at 111.95, where we can see in the 4 hour chart that the pair is the bottom of the pair's downward channel, at this moment the pair is trading at 112.65 and it is routed to the upper pair of the channel located at 113.04 where it will have to overcome this value to assume an output of this downstream channel.
    [​IMG]

    In the graph we can see that the pair needs to overcome 113.222 to get back on track in an uptrend. Recall that in the long term the pair is in a band that goes from 111.65 to 113.40. A possible entry is to wait for the pair to approach 112.97 and go on sale considering a stop loss at 113.24 and a take profit at 112.40
    Source: https://alpari.com/en/
     

Share This Page