web statistics

Poundsterling Inggris Terkoreksi Setelah Kenaikan, Fokus Ke Data dan Pembaruan Risiko

Discussion in 'Ekonomi dan Investasi' started by Ryan HOption, Sep 6, 2019.

  1. Ryan HOption

    Ryan HOption
    Expand Collapse
    Member

    Joined:
    Apr 9, 2018
    Messages:
    596
    Likes Received:
    0
    Pasangan mata uang GBPUSD terlihat mengalami penurunan menuju ke level harga 1,2240. Sebelumnya Poundsterling Inggris sempat mengalami lonjakan permintaan menuju ke titik paling tinggi dalam sepekan karena optimisme Brexit. Hari Kamis ini saat mendekati pembukaan sesi Eropa, pasangan terlihat melemah mengalami koreksi dari kenaikan sebelumnya.

    Lonjakan permintaan Poundsterling Inggris terjadi setelah adanya berita bahwa anggota parlemen melangkah lebih maju untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan. Selain itu parlemen juga dikabarkan menyatakan menolak atas tawaran yang diajukan PM Boris untuk melangsungkan pemilihan umum lebih cepat. Selanjutnya para anggota parlemen Inggris melangsungkan pembahasan dan perdebatan mengenai RUU untuk memblokir Brexit tanpa kesepakatan dan pemilihan umum lebih awal.

    Selanjutnya RUU tersebut akan masuk ke majelis tinggi atau House of Lords untuk kemudian dibahas atau perubahan lanjutan. RUU tersebut setelah selesai akan kembali ke parlemen untuk kemudian meminta persetujuan kepada Kerajaan. Berdasarkan berita dari The Press Association bahwa Undang-Undang tersebut mungkin akan selesai pada hari Jumat mendatang.

    Ambil keuntungan di sekitar GBPUSD juga disebabkan oleh kabar yang sangat baik dari hubungan perdagangan AS-China. Dikabarkan bahwa wakil kedua negara telah melakukan pembicaraan dalam telepon dan disepakati akan dilakukan negosiasi perdagangan pada bulan Oktober mendatang. Sayangnya media dari China masih ragu negosiasi tersebut akan menghasilkan terobosan yang berarti.

    Suasana risk-on yang mendukung penguatan Poundsterling Inggris juga datang dari kerusuhan yang terjadi di Hong Kong. Laporan berita mengatakan bahwa pimpinan Hong Kong pada akhirnya telah menyetujui untuk membatalkan rancangan Undang-Undang yang memicu gelombang demonstrasi selama beberapa pekan terakhir. Selanjutnya pasangan akan fokus ke beberapa rilis data disamping pembaruan perdagangan dan Brexit.


    Dilansir oleh inforexnews.com
     

Share This Page