web statistics

Sobat Trader, Bitcoin Capai Rp100 Juta, Sudah Tahu Penyebabnya?

Discussion in 'Ekonomi dan Investasi' started by Ryan HOption, May 13, 2019.

  1. Ryan HOption

    Ryan HOption
    Expand Collapse
    Member

    Joined:
    Apr 9, 2018
    Messages:
    596
    Likes Received:
    0
    Setelah berkali-kali memecahkan rekor dengan raihan harga Rp85 juta hingga ke Rp90 jutaan, kali ini Bitcoin kembali mencapai rekor baru dengan menyentuh harga di atas Rp100 juta. Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan. Apakah sobat trader sudah tahu penyebabnya?

    Di bursa pertukaran terbesar Asia Tenggara, Indodax, saat artikel ini ditulis Bitcoin masih berada pada angka Rp.102.151.000. Meskipun sempat terjadi penurunan volume transaksi sebanyak 1,6% selama 24 jam terakhir, Bitcoin masih menunjukkan taring dengan volume pertukaran sebanyak 830,5 BTC. Harga terendah di bursa tercatat sebesar Rp99.400.000, masih jauh lebih tinggi ketimbangan yang diberitakan beberapa hari sebelumnya.


    1. Mengapa Bitcoin Alami Kenaikan Harga Terus Menerus?
    Meskipun kabar baik ini sudah sangat menggembiran bagi para sobat trader, banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana Bitcoin bisa ‘bangkit dari kematian’ dengan cara berturut-turut seperti ini. Menurut Hacked.com, setidaknya, ada beberapa alasan yang menyebabkan kenaikan harga terus menerus dari Bitcoin antara lain:

    • Tingginya Akumulasi
    Pada Januari lalu, Hacked.com pernah menyebut bahwa di tahun 2019 ini akan jadi tahun akumulasi Bitcoin. Di mana lebih banyak orang yang membeli untuk menyimpan saja, alih-alih mendistribusikannya untuk berbagai keperluan. Akibatnya, jumlah Bitcoin yang tersedia di pasaran semakin sedikit sementara harga yang naik terus membuat orang penasaran ingin membeli. Inilah yang memantik harga Bitcoin terus naik.

    • Transaksi Bitcoin yang Tidak Dibelanjakan
    Seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh YouTuber Crypto Daily, jumlah outputtransaksi yang tidak terpakai pada jaringan Bitcoin telah melonjak ke rekor tertinggi. Bahkan, jumlah transaksi yang tidak terpakai telah meningkat secara linear sejak pertengahan 2018 dan tren ini mulai meningkat pada Januari tahun ini. Ini berarti lebih sedikit orang yang menjual bitcoin dan pembeli menumpuk dan memegang Bitcoin mereka tanpa mau menjualnya.

    • Dominasi Bitcoin
    Lonjakan parabola Bitcoin telah disertai dengan peningkatan tajam dalam apa yang disebut tingkat dominasi, yang mengacu pada persentase pasar cryptocurrency yang dipegang oleh BTC. Tingkat dominasi Bitcoin memuncak pada 59,4% pada hari Minggu, tertinggi sejak Desember 2017. Ini berarti anggota ekosistem crypto telah mengalihkan kepemilikan mereka dari altcoin ke Bitcoin, dan telah melakukannya dengan intensitas yang lebih besar.

    Kenaikan harga Bitcoin juga konon tidak berkorelasi denga pasar global. Pekan lalu, Hacked.com melaporkan bahwa Bitcoin telah berhasil mengungguli kelas aset utama lainnya. Setelah lonjakan harga yang terjadi, Bitcoin berhasil mengembalikan 87% nilai yang dimilikinya. Tidak ada aset besar lain yang mampu melakukan hal sebesar ini. Tidak saham, obligasi bahkan harga minyak sekalipun.

    2. Contoh Kasus Orang yang Jadi Kaya Karena Bitcoin
    Memulai langkah pertama dengan nilai kurang dari $1, Bitcoin kini telah tumbuh ribuan kali lipat dari nilai awalnya. Dengan kenaikan harga yang gila-gilaan ini, tidak sedikit orang atau sobat trader yang berhasil jadi kaya karena memiliki Bitcoin. Simak beberapa contohnya berikut ini!

    • Erick Fineman
    Saat harga Bitcoin masih $12 pada tahun 2011, Erick meminjam uang $1000 dari neneknya. Dengan bantuan kakaknya, di usianya yang masih 11 tahun, dia berinvestasi Bitcoin. Pada akhir tahun 2013, harga Bitcoin naik 100 kali lipat menjadi $1.200. Di tahun 2015, Erick sudah memiliki perusahaan sendiri dan menjadi miliarder muda di usianya yang baru 18 tahun.

    • Winklevoss Bersaudara
    Lebih dikenal karena hubungannya dengan Mark Zuckerberg dan Facebook, Winklevoss bersaudara juga termasuk investor awal Bitcoin. Berkat investasi dan kesabaran yang mereka miliki, dua bersaudara ini menjadi orang pertama yang kaya raya karena Bitcoin.

    • Peter Saddington
    Peter Saddington dari Atlanta pertama kali mendengar tentang Bitcoin pada tahun 2011 dan membeli beberapa buah dengan harga kurang dari $3 per koin. Ketika Bitcoin menjadi sekitar $7.500, laba dari investasi awal itu menjadi sekitar 250.000%. :Saya belum pernah melihat yang seperti ini,: kata Peter Saddington, 35 tahun, pengusaha yang juga memiliki gelar sarjana dalam bidang ilmu komputer dan tiga gelar master. “Apa yang memperkuat keyakinan saya bahwa ini layak untuk diinvestasikan adalah bahwa kodenya didasarkan pada matematika. Dan itu tidak bisa dibantah.”

    3. Kenapa Bitcoin Bisa Jadi Pilihan Investasi Alternatif?
    Penasehat keuangan manapun akan memberikan imbauan yang sama untuk berinvestasi: diversifikasikan investasi Anda. Alih-alih hanya menyalurkan uang untuk satu bidang investasi saja, memilih beragam produk juga dianggap lebih aman bagi kekayaan yang Anda miliki. Ini karena setiap investasi memiliki pola pergerakan harga yang berbeda-beda. Jadi, ketika satu jenis investasi sedang kurang bagus, Anda masih bisa mengandalkan investasi lainnya.

    Dalam hal ini, Bitcoin yang sedang mengalami kenaikan bertubi-tubi adalah salah satu pilihan yang bisa Anda ambil. Kenapa?

    • Regulasi Akan Semakin Jelas
    Bukan rahasia lagi kalau keberadaan regulasi sangat menentukan ekosistem di mana Bitcoin tumbuh. Regulasi yang baik, akan membuatnya bisa berkembang. Inilah yang sekarang sedang diusahakan oleh pemerintah di berbagai belahan dunia. Organisas-organisasi kenegaraan seperti G20 misalnya, juga sedang merancang aturan terbaik yang seragam bagi penggunaan kripto aset di negara-negara anggotanya.

    • Blokchain Semakin Meluas
    Saat ini ada ribuan macam kripto aset yang tersedia di pasaran, tapi perhatian media hampir selalu hanya tertuju kepada Bictoin dan Blockchain, teknologi yang ada di belakangnya. Kadang, berita tentang penerapan Blockchain sebagai teknologi Ledger Terdistribusi di berbagai bidang jauh lebih menarik ketimbang memantau fluktuasi harga koinnnya.

    • Bitcoin Adalah Investasi yang Simpel
    Berpikir tentang investasi mata uang kripto untuk pertama kalinya mungkin terlihat seperti prospek yang menakutkan, terutama tanpa adanya saran investasi. Berita baiknya adalah bahwa waktu telah berubah sekarang dan ada lebih banyak informasi daripada yang mungkin Anda konsumsi dan ada lebih sedikit hambatan masuk daripada sebelumnya.

    Misalnya, Coinbase, dompet digital terkemuka, memiliki lebih dari 10 juta investor yang dapat membeli Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash hanya dengan satu jari. Ada banyak dana investasi pasar yang memberi investor potensial akses mudah ke berbagai cryptocurrency. Tidak ada investasi yang jauh lebih mudah dibandingkan Bitcoin meskipun ketika Anda tidak tahu harus mulai investasi Anda dari mana.

    • Kripto Aset Punya Masa Depan Menjanjikan
    Cara terbaik untuk melakukan investasi adalah dengan fokus pada kelangsungan jangka panjangnya. Investor yang terobsesi dengan analisis jangka pendek proyek dan variasi harga yang kecil akhirnya membuat keputusan investasi yang salah. Anda tidak ingin panik dan membuang investasi Anda dengan harga lebih rendah ketika Anda seharusnya bertahan lebih lama sampai harga pulih. Pasar cryptocurrency masih fluktuatif dan fluktuasi harga akan berlanjut.

    Harga Bitcoin anjlok dari $ 20.000 pada Desember 2017 menjadi sekitar $ 3.000 setahun kemudian dan baru-baru ini melambung di atas $ 6.000 pada Mei 2019 dengan prediksi lonjakan harga yang sedang berlangsung. Selalu perhatikan prospek koin jangka menengah dan panjang; keuntungan sejati kemungkinan akan diperoleh dalam 1, 5 atau 10 tahun lagi.


    Dilansir oleh www.duniafintech.com
     

Share This Page